PAYAKUMBUH — Enam kepala keluarga atau sekitar 15 jiwa kehilangan tempat tinggal setelah si jago merah meludeskan kawasan permukiman di RT 02 RW 04, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sabtu (sekira pukul 14.30 WIB).

Api tidak hanya menghanguskan bangunan rumah petakan, tetapi juga meratakan sebuah kedai harian milik warga. Seluruh harta benda korban ludes tanpa sisa. Berdasarkan investigasi awal di lapangan, musibah ini diduga bermula dari aktivitas penyalinan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang memicu kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan sekitar.

Satu orang warga mengalami luka bakar akibat sambaran api dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Ibnu Sina. Hingga saat ini, total kerugian material masih dihitung oleh pihak berwenang, sementara aparat kelurahan masih mendata identitas rinci para korban.



Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun tangan menyalurkan bantuan darurat ke lokasi kejadian. Kepala BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, S. Sos, M.Si, yang didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hepi, S.IP, MM, menyerahkan langsung lima paket sembako—terdiri atas beras, minyak goreng, dan mi instan—kepada warga terdampak.

Camat Payakumbuh Utara bersama Lurah Napar turut mendampingi peninjauan lapangan guna memastikan penanganan darurat berjalan serta memberikan dukungan moril bagi para korban. Adapun 6 KK koran kebakaran tersebut yaitu:

1. KK Delfian 2 orang ngontrak, bukan KK napar
2. KK Agus 5 orang 
3. KK Edo 4 orang ngontrak, bukan KK napar 
4. KK Doni 4 orang ngontrak
5. KK Rosmainar 2 orang
6. KK Syafri 3 orang.