PADANG,  — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas secara resmi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026). Program strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut ini bertujuan memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperluas akses layanan keuangan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Langkah kolaboratif ini dipandang tidak sekadar pemenuhan kebutuhan transaksi ekonomi masyarakat kepulauan, melainkan bentuk nyata penegakan kedaulatan NKRI.

Berdasarkan rilis resmi yang diunggah pada laman Facebook resmi Humas Sumbar, Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi pelaksanaan ekspedisi kas keliling hingga ke pelosok negeri.

    ”Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, kendala geografis Kepulauan Mentawai tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak pelayanan ekonomi dan keuangan yang setara.

Lebih lanjut dirilis oleh Humas Sumbar, guna mendukung kelancaran distribusi, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang dijadwalkan berlayar selama tujuh hari. Kapal tempur ini menempuh rute pelayaran sepanjang 505 mil laut (nautical mile) yang mencakup kawasan Padang, Siberut (Maileppet), Muara Sikabaluan, Sipora, Pagai Utara, hingga Pagai Selatan.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Novyanto menjelaskan bahwa keberangkatan ke Kepulauan Mentawai ini merupakan pelayaran keenam dari total 23 rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Dalam penyampaiannya sebagaimana dikutip dari informasi resmi Humas Sumbar, selain layanan penukaran uang tidak layak edar, tim ekspedisi juga menggelar program sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah serta pendampingan bagi para pelaku UMKM di Kepulauan Mentawai.