PADANG, — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan seni dan budaya Minangkabau. Komitmen tersebut diwujudkan saat membuka Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang, Jumat (5/6/2026) malam.
Ajang kreatif yang diikuti oleh 311 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ini menjadi wahana strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai kepedulian lingkungan pada generasi muda.
Berdasarkan rilis resmi yang diunggah pada laman Facebook resmi Humas Sumbar, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa karya seni tradisional seperti lagu Minang memiliki keunggulan mendalam karena syairnya lahir dari kedekatan dengan alam dan realitas kehidupan masyarakat.
”Melalui lomba ini kita ingin menginternalisasikan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang. Yang terpenting bukan hanya menyanyi, tetapi bagaimana pesan itu sampai dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, muatan pesan dalam lagu Pasan Buruang menjadi kian relevan menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang melanda beberapa daerah di Sumatera Barat akibat berkurangnya tutupan hutan dan praktik penebangan liar.
Lebih lanjut dirilis oleh Humas Sumbar, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi menjelaskan bahwa kompetisi kolaboratif antar-instansi ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Dari total 311 pendaftar, sebanyak 173 karya lolos kualifikasi hingga menyaring 10 finalis terbaik yang tampil langsung di babak grand final.
Sebagai wujud tindak lanjut konkret dalam penguatan pendidikan lingkungan di lingkungan sekolah, Pemprov Sumbar berencana meluncurkan Gerakan Satu Siswa Satu Pohon pada tahun ajaran mendatang dengan dukungan penyediaan bibit dari Dinas Kehutanan Sumbar.
Dalam penyampaiannya sebagaimana dikutip dari informasi resmi Humas Sumbar, penanaman pohon tersebut akan diselaraskan dengan jumlah kelulusan siswa setiap tahunnya.
”Kami menargetkan sekitar 80 ribu pohon ditanam setiap tahun. Jumlah itu sebanding dengan jumlah siswa SMA dan SMK yang lulus setiap tahunnya. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan sejak dini,” ungkap Habibul.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar