BUKITTINGGI,  — Di tanah kelahirannya yang sejuk, jejak dan warisan pemikiran Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama, Mohammad Hatta, terus dirawat. Berdiri anggun di kawasan Gulai Bangkahulu, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menjadi benteng literasi sekaligus tempat menimba inspirasi dari sang negarawan.

Lembaga yang berada di bawah naungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tersebut resmi hadir sejak September 2006. Tempat ini didirikan tidak sekadar untuk menjalankan fungsi teknis penyimpanan bahan pustaka, melainkan juga diposisikan sebagai museum memorial guna mengenang gagasan, teladan, dan kontribusi besar Hatta bagi perjalanan Indonesia.

Pilihan mendirikan perpustakaan memorial di Bukittinggi membawa makna historis yang mendalam. Bung Hatta dikenal sebagai sosok intelektual yang karib dengan buku sejak masa mudanya. Pendirian bangunan ini menjadi bentuk penghormatan Ranah Minang terhadap salah seorang putra terbaiknya yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan serta fondasi ekonomi berdikari melalui gerakan koperasi.

Hingga saat ini, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mengelola puluhan ribu judul literatur dari beragam disiplin ilmu. Salah satu daya tarik utamanya berada pada Koleksi Khusus Hatta (Hattana), yang dihuni karya-karya tulisan Bung Hatta, biografi, serta bermacam dokumen sejarah pergerakan kebangsaan.

Selain itu, lembaga ini berfungsi sebagai pusat deposit karya cetak dan karya rekam terkait kebudayaan Minangkabau dan sejarah Sumatera Barat.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, perpustakaan ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Tersedia ruang baca modern, sarana penelusuran katalog digital, layanan internet nirkabel, hingga ruang baca khusus anak-anak (Kids Corner).

Lebih dari sekadar tempat membaca, kompleks perpustakaan ini tumbuh menjadi ruang publik yang hidup. Sebagai museum memorial, ruang-ruang di dalamnya memajang memorabilia, rekaman foto dokumenter perjalanan hidup Bung Hatta, serta lembaran petikan pemikiran yang menggugah.

Secara berkala, tempat ini juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan kebudayaan dan literasi. Pelbagai agenda nasional seperti seminar, bedah buku, pameran budaya, dan lokakarya kepenulisan rutin digelar di sini. Tak heran jika perpustakaan ini menjadi rujukan utama wisata edukasi serta riset ilmiah bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti.

Layanan di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Pengunjung yang ingin memanfaatkan fasilitas baca di tempat maupun mengakses koleksi pustaka cukup mendaftarkan diri pada bagian keanggotaan saat berkunjung.