BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan sejarah dan budaya di tengah arus pembangunan modern. Komitmen tersebut ditegaskan saat Wakil Wali Kota Bukittinggi membuka Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pelestarian Perkotaan Berbasis Warisan Budaya (Urban Heritage Conservation) yang digelar bersama mahasiswa Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) di Balaikota Bukittinggi.
Diskusi terpumpun ini bertujuan untuk merumuskan strategi pelestarian tata ruang kota yang tetap berpijak pada identitas sejarah, sekaligus adaptif terhadap kebutuhan pembangunan masa kini.
Wakil Wali Kota Bukittinggi menyambut positif kolaborasi akademis ini dan menilai partisipasi mahasiswa ITB memberikan perspektif ilmiah yang sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan pelestarian kota.
"Bukittinggi memiliki histori dan warisan budaya yang sangat kaya. Pembangunan kota tidak boleh menghilangkan akar sejarahnya. Melalui FGD ini, kita berharap lahir pemikiran strategis agar nilai-nilai heritage Bukittinggi tetap terjaga sekaligus memberi dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat," ungkap Wawako.
FGD ini melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Bukittinggi, para akademisi, hingga perwakilan komunitas cagar budaya dan tokoh masyarakat.
Pengkajian berfokus pada beberapa kawasan inti bersejarah di Bukittinggi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik berbasis konservasi, tanpa mengabaikan aspek kenyamanan dan modernisasi perkotaan.
Perwakilan mahasiswa dan tim pendamping dari ITB memaparkan bahwa kajian ini berupaya memetakan aset budaya lokal serta merancang panduan desain perkotaan yang berkelanjutan (sustainable urban design). Hasil dari FGD ini nantinya akan dirumuskan menjadi dokumen rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam merencanakan tata ruang berbasis warisan sejarah.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar