PAYAKUMBUH, — Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, terus
mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel
melalui transformasi digital. Langkah nyata ini diwujudkan dengan
memperluas jangkauan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi
(SRIKANDI) hingga ke tingkat satuan pendidikan. Kegiatan diadakan sejak
tanggal 12 Agustus di Aula Dinas Pendidikan dan 13 Agustus di Aula
Lantai 3 Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh.
Sebagai
upaya percepatan, Pemkot Payakumbuh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek)
SRIKANDI bagi para kepala sekolah dan operator jenjang TK, PAUD, SD,
hingga SMP. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus
2026, di Aula Dinas Pendidikan dan Aula Lantai 3 Perpustakaan Umum
Daerah Kota Payakumbuh.
Langkah strategis ini selaras dengan
implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi respons atas Surat Edaran Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor
B/17/M.HK.99/2026 tentang Dukungan Pengelolaan Arsip Program Prioritas
Nasional.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan, Erwan, yang mewakili
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat membuka acara, menegaskan bahwa
transformasi digital dalam birokrasi bukan lagi sekadar pilihan,
melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Tujuannya adalah menghadirkan
pelayanan publik yang cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
"Penerapan
aplikasi SRIKANDI bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial
membangun tata kelola yang modern. Melalui sistem ini, proses persuratan
dan pengelolaan arsip dilakukan secara elektronik sehingga lebih
efisien serta memangkas kendala jarak dan waktu," ujar Erwan, Rabu
(12/8/2026).
Erwan menambahkan, digitalisasi kearsipan merupakan
fondasi penting dalam ekosistem pemerintahan digital. Namun, ia
mengingatkan bahwa transformasi teknologi mutlak harus diimbangi dengan
perubahan budaya kerja dari para aparatur di satuan pendidikan.

Dari
sisi kearsipan, Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kota Payakumbuh, Syafrianto, menyoroti pentingnya arsip
sebagai memori organisasi dan bukti rekam jejak pemerintahan.
Transformasi dari pola manual ke digital melalui SRIKANDI dinilai akan
membuat pengelolaan dokumen kedinasan menjadi lebih sistematis dan aman.
Pemanfaatan
sistem digital ini juga memberikan dampak ekologis dan efisiensi
anggaran melalui pengurangan penggunaan kertas (paperless), serta
mempercepat proses pencarian naskah dinas.
"Kepala sekolah
merupakan salah satu unsur penting dalam keberhasilan implementasi
SRIKANDI ini. Oleh karena itu, pendampingan akan terus kami lakukan agar
proses migrasi pola kerja manual ke digital dapat berlangsung bertahap,
terarah, dan sesuai kaidah kearsipan," kata Syafrianto.
Dalam
Bimtek tersebut, pendekatan aplikatif lebih dikedepankan. Peserta
diwajibkan membawa perangkat kerja masing-masing untuk langsung
mempraktikkan alur kerja aplikasi, mulai dari pengelolaan naskah dinas
hingga pemberkasan arsip secara elektronik.
Perluasan
implementasi SRIKANDI menumbuhkan optimisme bagi Pemkot Payakumbuh. Ke
depan, tata kelola administrasi diharapkan semakin adaptif terhadap
perkembangan teknologi, yang pada muaranya akan menjamin kepastian dan
kualitas layanan publik bagi masyarakat luas.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar