LUBUK BASUNG, — Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026. Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Agam, Rabu (19/8/2026).
Rapat penting tersebut dipimpin secara resmi oleh Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, serta dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, Bank Indonesia (BI), jajaran kepala perangkat daerah, dan unsur terkait lainnya.
Agenda utama HLM ini difokuskan untuk mengevaluasi kinerja pengendalian inflasi semester I 2026 sekaligus merumuskan langkah mitigasi komprehensif. Pemkab Agam menyoroti tiga tantangan utama yang saling berkaitan: proses pemulihan ekonomi pascabencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, lonjakan permintaan bahan pokok seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun 2026.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Agam, Emrizal, menjelaskan bahwa pemulihan sektor pertanian dan jalur distribusi logistik pascabencana menjadi prioritas agar ketersediaan bahan pokok tetap aman. Di sisi lain, komitmen penuh juga diberikan untuk menyukseskan Program MBG nasional tanpa harus memicu gejolak harga di pasar lokal.
Wakil Bupati Muhammad Iqbal menegaskan, TPID harus bekerja ekstra waspada dan solid, terutama mengacu pada Climate Outlook BMKG yang memprakirakan puncak musim hujan dengan intensitas tinggi pada November–Desember 2026.
"Perkuat pemantauan harga dan pasokan secara harian, perkuat kerja sama antardaerah untuk komoditas yang mengalami defisit di Kabupaten Agam, serta pastikan langkah-langkah 4K —Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif— dijalankan secara konsisten oleh seluruh OPD terkait," tegas Muhammad Iqbal.
Melalui sinergi lintas sektor yang kuat, Pemkab Agam optimistis dapat terus menjaga stabilitas harga pangan, melindungi daya beli masyarakat, serta mengamankan ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan yang ada.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar