BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia mengambil langkah strategis guna memulihkan sektor perekonomian daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program pelatihan dan pendampingan intensif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah terdampak bencana.

Kegiatan yang sarat akan semangat kebangkitan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, bertempat di Balairung Istana Bung Hatta, Rabu (12/8).

Dalam sambutannya, Rismal Hadi mengungkapkan bahwa kehadiran serta dukungan penuh dari Kemenekraf merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi masyarakat Bukittinggi. Kota Jam Gadang ini memang tidak mengalami dampak fisik bencana secara langsung layaknya wilayah tetangga, namun imbasnya dirasakan secara signifikan pada denyut perekonomian lokal yang sangat bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.

    "Banyak hal yang dapat dilakukan melalui TIK untuk menghasilkan pendapatan, seperti pemanfaatan aplikasi, situs web, dan peran content creator. Dengan pemahaman TIK yang mumpuni, tentu juga dapat membantu promosi serta proses jual-beli setiap produk UMKM secara daring. Sebagai tindak lanjut yang nyata, kami berharap para peserta dapat membentuk komunitas yang saling membantu dan berbagi," ujar Rismal di hadapan para peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Rismal memaparkan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi secara konsisten terus melakukan penataan kawasan perkotaan agar tampil semakin indah, nyaman, dan berdaya tarik tinggi bagi wisatawan. Penataan ini menjadi krusial mengingat siklus ekonomi kota amat bergantung pada tingkat kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Semakin tinggi arus kunjungan wisatawan, kian masif pula pergerakan aktivitas ekonomi kerakyatan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Aplikasi sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan fase awal dari rangkaian program sinergi, inkubasi, akselerasi, dan penguatan berkelanjutan. Menurutnya, Kota Bukittinggi memiliki potensi ekonomi kreatif yang amat kaya, terutama pada pilar fesyen, kuliner, dan kriya, yang kini mendesak untuk didorong agar mampu berkembang melalui ekosistem digital.

Kemenekraf, lanjut Tri, hadir untuk memberdayakan para pelaku usaha melalui optimalisasi berbagai platform teknologi. Termasuk di dalamnya adalah komitmen kuat untuk mendorong pemanfaatan platform lokal agar produk-produk buatan dalam negeri semakin maju, berdaya saing, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.