BUKITTINGGI,  — Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan masyarakat serta meringankan beban sesama. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi, pemko menyalurkan zakat bagi puluhan mustahik sekaligus mendistribusikan dana infak kemanusiaan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan secara simbolis ini dilangsungkan di Aula Balaikota Bukittinggi, Senin (24/8/2026). Hadir dan menyerahkan bantuan secara langsung Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi, Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Irwan, Ketua Baznas Kota Bukittinggi Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, serta Kabag Kesra.

Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, merinci bahwa penyaluran zakat kali ini disalurkan melalui berbagai pilar program unggulan. Di antaranya meliputi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program Bukittinggi Peduli untuk tiga orang mustahik—hasil kolaborasi strategis bersama Baznas Provinsi Sumatra Barat—dengan total nilai mencapai Rp75 juta.

Selain itu, terdapat alokasi dana dari program Bukittinggi Cerdas yang diberikan kepada delapan penerima beasiswa kaderisasi ulama ke Timur Tengah senilai Rp64 juta. Disusul pula oleh program Bukittinggi Makmur yang menyasar 48 mustahik binaan Kemenag dengan total kucuran dana sebesar Rp111,977 juta sebagai stimulus modal usaha.

Tidak hanya fokus pada penyaluran zakat di tingkat lokal, dalam kesempatan yang sama Baznas Bukittinggi juga berhasil menghimpun dan menyalurkan dana infak kepedulian sosial sebesar Rp10 juta yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat terdampak musibah gempa bumi di NTT.

Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, Irwan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemko Bukittinggi dan jajaran Baznas atas sinergi berkelanjutan dalam mendistribusikan dana umat secara tepat sasaran. Ia berpesan agar bantuan modal usaha yang diterima dapat dikelola dengan bijak dan dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mendongkrak kemandirian ekonomi para mustahik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat melalui Baznas merupakan bentuk pertanggungjawaban moral yang penting kepada para muzakki (pemberi zakat) dan masyarakat luas.

"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima. Ke depan, diharapkan para penerima bantuan dapat mandiri dan turut membantu masyarakat lainnya. Dan juga kepada para korban di NTT semoga diberikan ketabahan dan infak yang disalurkan dapat meringankan beban bagi mereka," ujar Rismal Hadi.