AMPEK ANGKEK,  — Semarak ganda menyelimuti Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu khidmat dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dipusatkan di Surau Kakbah Nyiak Tuah, Selasa (25/8/2026).

Rangkaian perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Bupati Agam yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Agam, Syatria, S.Sos., M.Si., ditandai dengan digelarnya ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) khusus bagi kategori usia lanjut (lansia) dan pra-lansia.

Ketua Panitia Pelaksana, Ulyanef St. Menan, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dirancang semarak sebagai bentuk syiar Islam sekaligus merayakan hari besar kenegaraan dan keagamaan. Terdapat tiga agenda utama yang disiapkan, yakni MTQ Lansia dan Pra-Lansia, jalan santai, serta Festival Rabano.

"Jalan santai sudah sukses kita laksanakan pada hari Sabtu sebelumnya, sedangkan Festival Rabano digelar nanti malam. Alhamdulillah seluruh rangkaian mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat, dengan peserta yang datang dari tiga kecamatan sekaligus, yakni Ampek Angkek, Baso, dan Canduang," ungkap Ulyanef.

Pelaksanaan MTQ bagi kalangan lansia dan pra-lansia menyedot perhatian puluhan peserta. Ajang ini tidak sekadar berorientasi pada kompetisi semata, melainkan menjadi wadah berharga untuk merajut tali silaturahmi serta menjaga kecintaan terhadap Al-Qur'an hingga usia senja.

Asisten III Setda Agam, Syatria, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan kolosal berbasis surau tersebut. Ia memuji langkah masyarakat Nagari Panampuang yang berhasil menghidupkan kembali fungsi historis surau sebagai pusat peradaban umat.

"Ini merupakan model bagaimana menjadikan surau tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat berbagai kegiatan keagamaan, sosial, budaya, bahkan kegiatan ekonomi masyarakat," puji Syatria.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konsep pemberdayaan surau dan masjid semacam ini sangat selaras dengan visi strategis pemerintah daerah melalui program Nagari Creative Hub berbasis masjid, yang mendorong rumah ibadah agar bertransformasi menjadi pusat kreativitas dan kemandirian masyarakat di era modern.