BUKITTINGGI,  — Masyarakat Kota Bukittinggi kini memiliki ruang publik baru yang representatif untuk menimba ilmu dan mengembangkan keterampilan. Perpustakaan Umum Kota Bukittinggi Syafruddin Prawiranegara, yang terletak strategis di samping SMPN 4 Bukittinggi, telah resmi beroperasi dan siap melayani kunjungan masyarakat sebagai pusat literasi dan edukasi terpadu.

Berada di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, fasilitas publik ini dirancang dengan konsep modern. Perpustakaan tidak lagi diposisikan sekadar sebagai tempat penyimpanan atau peminjaman buku konvensional, melainkan bertransformasi menjadi ruang belajar bersama yang interaktif, edukatif, dan inklusif.

Gedung perpustakaan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung, di antaranya ruang baca umum dan referensi, ruang baca anak yang dilengkapi zona storytelling, ruang teater serta aula multifungsi, ruang bekerja bersama (working space), Pojok Baca Digital (POCADI) beserta perangkat komputer publik berakses internet cepat, hingga area outdoor dan taman literasi yang asri.

Penataan interior bangunannya juga dirancang unik dengan menyematkan sentuhan karakter serta identitas khas Kota Bukittinggi, menjadikannya spot yang nyaman tidak hanya untuk membaca, tetapi juga berdiskusi, berkegiatan, dan memproduksi konten kreatif.

Dari segi ketersediaan bahan bacaan, Perpustakaan Umum Syafruddin Prawiranegara saat ini telah mengoleksi sebanyak 14.468 judul buku. Jumlah tersebut terbagi ke dalam 1.763 judul buku anak, 1.087 judul buku fiksi, dan 11.678 judul buku nonfiksi. Koleksi ini pun akan terus ditambah secara berkala guna memperkaya referensi bacaan masyarakat.

Mengusung pendekatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan ini aktif menghadirkan beragam program pelatihan dan kelas keterampilan gratis yang dapat diikuti oleh masyarakat umum secara rutin di lingkungan perpustakaan.

Sejumlah program kelas yang telah sukses diselenggarakan meliputi kelas tahsin (10 kali pertemuan), kelas merajut (4 kali pertemuan), kelas Read Aloud (4 kali pertemuan), kelas pembuatan konten (1 kali pertemuan), serta kelas kecantikan (beauty class 1 kali pertemuan). Dalam waktu dekat, pihak pengelola juga akan segera membuka kelas public speaking, serta merancang pelatihan vokasi seperti kelas barbershop dan citizen journalism.