BUKITTINGGI — Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menghadiri pembukaan Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026. Acara yang dihelat untuk memperingati Hari Lahir ke-124 sang Proklamator Kemerdekaan RI ini berlangsung khidmat di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Senin (10/8).
Dalam sambutannya, Wawako Ibnu Asis menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya rangkaian kegiatan literasi tersebut. Ia menegaskan, Kota Bukittinggi senantiasa memegang kehormatan besar sebagai tanah kelahiran Mohammad Hatta, figur sentral Proklamator Republik Indonesia sekaligus kota yang pernah mencatat sejarah penting sebagai ibu kota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
"Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh untuk terus mendukung penguatan budaya literasi. Hal ini kami wujudkan melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan, kolaborasi erat dengan dunia pendidikan serta komunitas literasi, dan peluncuran berbagai program strategis demi pengembangan sumber daya manusia yang handal," ungkap Ibnu Asis.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman, dalam pandangannya menyebut bahwa sosok Bung Hatta merupakan suri teladan sekaligus sumber ilmu yang tak pernah kering. Menurutnya, masih banyak nilai luhur dan gagasan besar dari pemikiran Bung Hatta yang relevan untuk terus digali dan diterapkan di era modern.
"Hari ini kita memperingati hari lahir Bung Hatta yang ke-124. Mari bersama-sama kita bedah pemikiran Bung Hatta agar dapat menjadi teladan utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan membangun Provinsi Sumatra Barat yang semakin maju, unggul, dan berdaya saing," pesan Jasman.
Pesan moral yang kuat turut disampaikan oleh putri kandung Bung Hatta, Prof. Meutia Farida Hatta, yang hadir secara daring. Ia mengingatkan pentingnya membangkitkan kembali nalar kebangsaan demi membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kuat.
"Sekarang tidak hanya cukup dengan membaca buku semata, tapi harus dibarengi dengan pemahaman mendalam melalui nalar yang baik dan positif. Kita harus senantiasa memikirkan berbagai upaya nyata demi kemajuan tanah air. Inilah salah satu keteladanan Bung Hatta yang patut kita contoh," tutur Prof. Meutia.
Ia menambahkan, Bung Hatta adalah sosok visioner yang memperluas cakrawala demokrasi di Indonesia. Bung Hatta memiliki rumusan dan konsep pemikiran yang mandiri, sehingga demokrasi tidak sekadar menjiplak sistem dari negara asing, melainkan dikembangkan secara kontekstual agar selaras dengan kepribadian dan kebutuhan bangsa Indonesia.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar