CANDUANG, — Pemerintah Kabupaten Agam terus berkomitmen mengoptimalkan peran rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat peribadatan semata, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat dan aktivitas positif generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Training Manajemen Masjid se-Kecamatan Canduang yang dibuka secara resmi oleh Bupati Agam, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Canduang ini diikuti oleh puluhan pengurus masjid dari berbagai nagari di wilayah tersebut. Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus agar mampu mengelola fasilitas keagamaan secara lebih profesional, terarah, dan komprehensif.
Dalam sambutannya, Bupati Agam menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki arti strategis dalam mendukung kesuksesan program unggulan daerah, yakni "Bangkik dari Surau". Program ini digagas untuk mengembalikan tradisi luhur di Minangkabau di mana masjid dan surau kembali difungsikan sebagai pusat pendidikan karakter, tempat berkumpul, serta ruang belajar bagi anak muda.
"Program Bangkik dari Surau merupakan upaya kita mengembalikan budaya generasi muda, khususnya para remaja, agar menjadikan masjid dan surau sebagai tempat belajar, berkegiatan, dan membangun karakter," ujar Bupati Agam.
Lebih lanjut, ia mendorong para pengurus masjid agar berinovasi dan tidak terpaku pada rutinitas ibadah harian saja. Masjid dituntut untuk mampu beradaptasi dan menjadi ruang yang ramah serta menyenangkan bagi anak-anak dan remaja melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti bidang olahraga, pendidikan, kajian keagamaan, seni, maupun aksi sosial.
"Bagaimana kita membuat masjid menjadi tempat yang menyenangkan bagi generasi muda. Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, masjid juga harus memiliki program-program yang menarik bagi remaja, sehingga mereka senang datang dan meramaikan masjid," jelasnya.
Melalui peningkatan manajerial pengurus dan variasi program kegiatan yang menarik, Bupati berharap masjid-masjid di Kecamatan Canduang dapat bertransformasi menjadi pusat peradaban masyarakat. Dengan demikian, semangat "Bangkik dari Surau" tidak sekadar menjadi jargon pemerintah, melainkan menjelma sebagai gerakan kultural bersama untuk melahirkan generasi muda Agam yang religius, berkarakter kuat, dan peduli terhadap sesama.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar