Bukittinggi – Kota Bukittinggi menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang melaksanakan upacara peringatan detik-detik proklamasi dengan nuansa yang berbeda. Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Bukittinggi mencatat sejarah baru dengan menggelar prosesi penyerahan bendera pusaka secara langsung di bawah megahnya Jam Gadang pada Senin (17/8/2026).
Wali Kota Bukittinggi menyerahkan duplikat bendera pusaka dan duplikat teks proklamasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Prosesi ini tergolong sangat menarik dan unik, karena pada tahun-tahun sebelumnya penyerahan bendera pusaka Merah Putih kepada Paskibraka selalu dilaksanakan di rumah dinas. Namun, pada tahun ini penyerahan bendera pusaka dilangsungkan di bawah Jam Gadang—yang menjadi salah satu saksi bisu kemerdekaan sekaligus peninggalan sejarah yang semakin menguatkan posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih di bawah Jam Gadang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu. Pemilihan lokasi ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenal serta merasakan langsung nilai sejarah dan budaya yang melekat di Kota Bukittinggi, terlebih pada tahun 2026 ini monumen Jam Gadang genap berusia 100 tahun.
“Penyerahan bendera ini kita laksanakan di Jam Gadang karena tahun ini genap 100 tahun. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sejarah dan budaya bukan hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Ini salah satu bentuk penghargaan kita kepada para pejuang dan pendiri yang telah berjasa dalam pembangunan Bukittinggi,” ujarnya.
Setelah diserahkan, duplikat Bendera Pusaka Merah Putih beserta teks proklamasi dibawa oleh Paskibraka dan diarak menuju lokasi upacara di Lapangan Wirabraja, Bukittinggi. Petugas membawa bendera dan teks proklamasi menggunakan kendaraan taktis Maung milik Kodim 0304/Agam, diiringi oleh penampilan marching band, serta dikawal ketat oleh jajaran Polresta dan Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar