BUKITTINGGI, — Pemerintah Kota Bukittinggi bergerak cepat memulihkan sektor ekonomi kerakyatan pascabencana melalui langkah-langkah inovatif. Bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Pemko Bukittinggi menggelar workshop desain kemasan khusus bagi para pelaku dan pegiat ekonomi kreatif (ekraf) lokal.
Pelatihan strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (27/8/2026).
Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf, Megawati Panjaitan, menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini dihadirkan sebagai wujud kepedulian nyata serta aksi cepat tanggap pemerintah pusat dalam mendorong pemulihan ekonomi para pelaku ekraf di Bukittinggi pascabencana. Program ini merupakan bagian dari payung kegiatan berbasis kreativitas budaya dan desain bertajuk "Ekraf Peduli", yang diinisiasi oleh Kementerian Ekraf melalui Direktorat Arsitektur dan Desain bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.
"Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya, dan fashion. Workshop akan terselenggara dalam satu hari, dengan rangkaian pemaparan materi, dilanjut dengan studi kasus, praktik dan simulasi, serta pemberian feedback kepada peserta," ungkap Megawati.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyambut baik dan mengapresiasi sinergi pusat dan daerah tersebut. Menurutnya, Kota Bukittinggi selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat kaya akan produk-produk keunggulan lokal, mulai dari kerajinan bordir, songket tradisional, berbagai suvenir kerajinan tangan, hingga kuliner khas yang melegenda.
Wali Kota berharap, melalui pendampingan intensif ini, para pelaku usaha muda maupun masyarakat luas dapat semakin meningkatkan kualitas produknya agar mampu menembus rantai pasok pasar global.
"Kami melihat ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Kita perlu menggali sejarah dan budaya dari apa yang ditekuni. Maka dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius," pesan Ramlan Nurmatias.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar