PAYAKUMBUH, — Kelompok Tani Berkah Tani Mandiri di Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, membuktikan keberhasilan mitigasi kendala cuaca ekstrem dan ancaman hama pada komoditas jagung. Lewat penggunaan varietas unggul dan pendampingan teknis intensif, petani setempat mampu mencatatkan produktivitas hingga 7 ton per hektare pada panen pekan ini.
Pada lahan percontohan seluas 0,25 hektare, kelompok tani tersebut membukukan total hasil panen sebanyak 1.200 kilogram. Seluruh komoditas jagung pipil kering tersebut langsung terserap oleh pasar pakan lokal, yakni peternak ayam petelur di sekitar wilayah Payakumbuh, dengan tingkat harga Rp 6.500 per kilogram.
Ketua Kelompok Tani Berkah Tani Mandiri, Triyul Suardi Dt. Soyia Nan Panjang, mengungkapkan bahwa keberhasilan musim tanam kali ini ditentukan oleh pemiihan varietas Pioneer 32. Varietas tersebut dinilai memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama ulat serta mampu bertahan di tengah kondisi minim curah hujan.
"Bulir yang dihasilkan lebih padat dan tingkat penyusutan bobot pascapanen sangat minim. Bantuan alat mesin pertanian berupa cultivator, benih, dan pupuk kompos dari pemerintah daerah sangat membantu efisiensi biaya produksi kami," ujar Triyul saat field day panen raya di Tiakar, Jumat (21/8/2026).
Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Payakumbuh Timur, Jefri, menyebutkan kedisiplinan petani dalam menerapkan pola tanam terpadu menjadi kunci utama terhindarnya tanaman dari kerusakan fatal akibat cuaca kering. Pendampingan teknis akan terus dilanjutkan hingga penanganan pascapanen dan persiapan masa tanam berikutnya.
Adapun Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna mengapresiasi keberhasilan para petani yang dinilainya mampu menjaga stabilitas pasokan pakan ternak di tingkat daerah. Intervensi pemerintah melalui penyaluran alsintan dan subsidi sarana produksi terbukti mampu menopang pendapatan masyarakat tani.
"Sinergi antara penyuluh, pemerintah kelurahan, unsur TNI-Polri, dan petani menjadi fondasi penting dalam memperkuat rantai pasok pangan daerah. Capaian ini kita harapkan menjadi rujukan bagi kelompok tani lain di Payakumbuh," tutur Kadis Nila Misna.
Lurah Tiakar Benni bersama Ketua LPM Tiakar Sepriyendi menambahkan, keberhasilan panen ini tak sekadar agenda rutin sektor pertanian, melainkan indikator kebangkitan ekonomi warga berbasis agribisnis lokal. Pihaknya berkomitmen mengawal keberlanjutan program penguatan pangan di kawasan tersebut secara jangka panjang.




Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar