AGAM, — Panen padi pada petak percontohan (demplot) Sekolah Lapang Mina Padi Sawah Pokok Murah (SPM) di Jorong Cicawan, Nagari Paninjauan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mencatatkan produktivitas tinggi mencapai 10,25 ton per hektar, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran sampel ubinan di lokasi, jumlah anakan produktif tanaman padi pada petak percontohan tersebut rata-rata mencapai 57 anakan per rumpun.
Kegiatan Sekolah Lapang Mina Padi SPM ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Agam bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Program tersebut difokuskan pada kawasan terdampak bencana guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Melalui program ini, para petani peserta diharapkan dapat mengimplementasikan konsep budidaya terpadu mina padi dengan sistem SPM di lahan perorangan serta menjadi percontohan bagi kelompok tani sekitar.
Panen raya tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Wali Nagari Paninjauan, penyuluh pertanian, Lembaga Bantuan Hukum/Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), serta tim pelaksana dari LP2M.
Dukungan lintas sektor dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok tani dinilai menjadi faktor penentu keberlanjutan program pemulihan ekonomi berbasis pertanian di kawasan tersebut.

Komentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar